Hari ini genap 100 hari an, Buk. tanpa suara cerewetmu yang membangunkan pagiku. tanpa langkah sempoyonganmu yang harus memegangi seluruh dinding rumah. tanpa tatapan sinismu ketika aku berbuat salah. 100 hari an terasa cepat karena kenangan Ibuk masih begitu dekat. tapi juga terasa lambat karena setiap detik tanpa Ibuk dipenuhi rindu yang berat. Di 100 hari an ini, Dana tahu, Buk, Ibuk kini sudah bebas dari perih, nyeri, ngilu, pusing dan segala macam sakit lainnya. sudah beristirahat dalam pelukanNya. yang Dana pasti yakin lebih lembut dari pelukan Ayah, Roro, Nina ataupun Dana. 100 hari an ini, hanya awal dari secuil rindu yang tak berujung. Sampai saat nanti Kita dipertemukan kembali, dalam dekapan hangat dan sama sekali tak merasakan sakit lagi. dan yang pasti, dekapan Kita tak akan pernah terpisah lagi. Dengan penuh cinta dan doa, Dari Dana yang selalu rindu Ibuk selamanya.
Hanya sebuah bait kata, tanpa makna