Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2019

Burjois vs Borjuis

foto dari mojok.co  Di Jogja, “burjo” bukan sekadar bubur kacang hijau. Ia telah berevolusi menjadi istilah budaya: warung makan indomie (warmindo) yang jadi ruang hidup mahasiswa. Tempat di mana uang pas-pasan masih bisa berubah jadi sepiring nasi telur, mie instan telur, atau sekadar kopi susu hangat tengah malam. Burjo adalah ruang egaliter. Di sana, siapa pun bisa duduk berdampingan, mahasiswa skripsi, anak kos akhir bulan, sampai yang sekadar mencari tempat nongkrong murah. Tidak ada elitis, tidak ada formalitas. Yang ada hanya cepat, murah, kenyang. Lalu ada “borjuis". Bukan sekadar istilah ekonomi, tapi simbol kelas sosial yang hidup dalam gaya, selera, dan jarak. Borjuis identik dengan kenyamanan yang terkurasi, makanan yang estetik, kopi yang punya cerita asal biji, dan tempat yang lebih sering dipilih karena “experience” daripada sekadar mengisi perut. Jika burjo adalah tentang bertahan hidup, maka borjuis adalah tentang memilih cara hidup. Namun menariknya, keduanya ...

Tujuan Adalah Pondasi Awal Berproses

           Kepanitiaan adalah awal saya kenal dan akrab dengan yang namanya tujuan, tujuan di sini bukan dalam hal yang sepele melainkan hal yang sakral dan harus dipikirkan matang-matang. Kerap kali ketika Kita membentuk atau membuat tujuan didasarkan kepada hal-hal sepele yang menurut saya pribadi adalah salah besar, sebelum melanjutkan tulisan ini yang saya buat, saya di sini menegaskan bahwa tulisan ini adalah opini saya yang sangat-sangat subjektif jadi bila bertentangan dengan opini anda ataupun fakta yang ada saya mohon maaf, karena tulisan ini dibuat karena pengalaman bukan dari data kuisioner ataupun wawancara yang saya kumpulkan. Perjalanan, bukankah kita akrab dengan yang namanya perjalanan, terutama perjalanan hidup yang kerap kali kita jalani. Berawal dari tangisan kita ketika lahir di dunia berujung kesunyian ketika nyawa sudah tiada. Perjalanan hidup ini saya bisa setarakan dengan 'berproses' entah terlihat setara atau tidak, Otak saya b...