Skip to main content

010620250742 With Full of Love


1 Juni 2025, pukul 07.42 WIB

Ada banyak hal yang sudah aku lupa,
tetapi waktu itu masih kuingat dengan jelas.
Itu adalah pagi ketika Ibu sudah tidak sakit lagi.

Sejak hari itu,
aku masih menjalani hidup seperti biasa.
Bangun pagi, bekerja, bertemu orang-orang,
tertawa pada beberapa hal,
dan mengeluh pada hal lainnya.
Tetapi ada satu yang berbeda.

Aku tidak bisa lagi menelepon Ibu.
Tidak bisa lagi bercerita tentang hariku.
Tidak bisa lagi mendengar pertanyaan sederhana,
"Sudah makan belum?"

Aku sering merindukan hal-hal kecil itu.
Semakin dewasa,
aku semakin mengerti bahwa cinta Ibu
tidak selalu hadir dalam kata-kata besar.

Cinta itu ada dalam doa-doa yang diam,
dalam kekhawatiran yang sering tidak terlihat,
dan dalam pengorbanan yang dulu kuanggap biasa.

Hari ini aku masih melangkah.
Kadang kuat, kadang tidak.
Tetapi aku tahu,
di setiap langkah yang baik,
ada bagian dari Ibu yang ikut hidup di dalam diriku.

Dan jika suatu hari orang bertanya
apa yang paling aku ingat tentang Ibu,
jawabanku sederhana
cinta yang tidak pernah meminta balasan.

Comments

Popular posts from this blog

Dongox ? 32 ?

Nama : Nurdana Ahmad Fadil NIM   : 16523172 Dongox ? 32 ?    Semua itu berawal dari hari pertama MOS sma saya, waktu itu saya diterima di SMA N 1 COMAL yang berlokasi di Pemalang, Jawa Tengah. Jadi kronologisnya waktu semua angkatan siswa baru disuruh jargon oleh guru, saya sendiri yang tidak mengumandangkan jargon dan kebetulan sekali saya duduk paling depan dan saat itu juga saya disuruh maju di hadapan semua siswa baru tapi dengan PDnya saya langsung memberanikan diri maju kedepan semua siswa baru dan disuruh jargon sendirian dan waktu MOS hari pertama telah usai saat pulang dari sma tersebut tiba-tiba teman akrab saya bilang kalau saya dongok atau bahasa yang familiar yaitu dungu atau goblok tapi saya malah tertawa terbahak-bahak dan mulai saat itu saya dipanggil Dongok, kok pakai X ? biar keren aja sih kwkwk    Angka 32 yaps itu sangat berkesan bagi saya mengapa itu adalah nomor presensi saya kelas 11 SMA yang mana kelas 11 saya waktu itu sangat n...

manusia dan angka

  Manusia dan segala angka tentangnya Sesimpul harap yang dirapal manusia Merayakan angka yang perlahan sirna Dan manusia lupa, segala yang diraya akan tiada Manusia begitu khusyuk pada bahagia dan sedinya Hingga lupa bahwa keduanya, hanya singgah sementara Merayakan tanpa arti dan merenungi tanpa mengerti Manusia sering lupa bahwasanya tiada yang abadi Satu satunya yang abadi ialah HIDUP JOKOWIIIII!!!!!

Takutnya sebuah bangsa di tahun 65

      Foto dari ava twitter @faridstevy    Sekilas mengulik kejadian tahun 65 dari berbagai sudut, mulai dari pro dan kontra yang sampai saat ini kita hanya menjadikan tahun ini tahun kelam bangsa indonesia. Setelah saya tarik sedikit benang merahnya, alasan dilakukannya pembantaian adalah "ketakutan", dari ketakutan ini akal sehat bangsa indonesia mulai tergerus. Bangsa kita sudah tidak bisa membedakan mana baik/buruk dan benar/salah.      Bangsa yang sangat besar ini yang sering kita sebut Indonesia pernah melukai tubuhnya sendiri dengan alasan akan "ketakutan". Prosedur hukum yang kita sepakati bersama telah dipandang sebelah mata, kata sebagian orang 'owh tidak apa-apa demi bangsa dan negara, indonesia wajib melakukan pembantaian ini' dan dari sisi lain 'loh ya Indonesia punya hukum kok seenaknga sendiri, emang semua yang hilang dan mati itu benar melakukan ksaalahan?'.   Ada yang mengganggap dalang dari pembantaian ini se...