Skip to main content

Dana Kangen Buk


 Buk,

Hari-hari ini terasa hampa, karena tidak ada lagi suara Ibuk,

tidak ada lagi tangan yang hangat menggenggamku sambil merintih kesakitan.


Aku kangen, Buk.

Kangen senyum Ibuk. Kangen semua hal sederhana yang dulu rasanya biasa saja

tapi sekarang jadi segalanya.


Tapi Dana juga tahu, Buk

Ibuk sudah tidak sakit lagi sekarang. Ibuk sudah bisa beristirahat, tanpa rasa nyeri, tanpa tangis.


Dana di sini, Buk… akan terus hidup dengan cinta Ibuk yang terus mengalir pada tiap nadi.

Sampai nanti kita dipertemukan lagi,

dalam pelukan yang tak akan pernah henti.


Dengan penuh cinta,

Dana yang sangat mencintaimu. ❤️



aku hanya bisa tenggelam

merasakan apa yang sebelumnya kutakutkan

aku tau ini hanya sementara

tapi sementara ini berlangsung sangat lama tanpamu

Comments

Popular posts from this blog

Dongox ? 32 ?

Nama : Nurdana Ahmad Fadil NIM   : 16523172 Dongox ? 32 ?    Semua itu berawal dari hari pertama MOS sma saya, waktu itu saya diterima di SMA N 1 COMAL yang berlokasi di Pemalang, Jawa Tengah. Jadi kronologisnya waktu semua angkatan siswa baru disuruh jargon oleh guru, saya sendiri yang tidak mengumandangkan jargon dan kebetulan sekali saya duduk paling depan dan saat itu juga saya disuruh maju di hadapan semua siswa baru tapi dengan PDnya saya langsung memberanikan diri maju kedepan semua siswa baru dan disuruh jargon sendirian dan waktu MOS hari pertama telah usai saat pulang dari sma tersebut tiba-tiba teman akrab saya bilang kalau saya dongok atau bahasa yang familiar yaitu dungu atau goblok tapi saya malah tertawa terbahak-bahak dan mulai saat itu saya dipanggil Dongok, kok pakai X ? biar keren aja sih kwkwk    Angka 32 yaps itu sangat berkesan bagi saya mengapa itu adalah nomor presensi saya kelas 11 SMA yang mana kelas 11 saya waktu itu sangat n...

manusia dan angka

  Manusia dan segala angka tentangnya Sesimpul harap yang dirapal manusia Merayakan angka yang perlahan sirna Dan manusia lupa, segala yang diraya akan tiada Manusia begitu khusyuk pada bahagia dan sedinya Hingga lupa bahwa keduanya, hanya singgah sementara Merayakan tanpa arti dan merenungi tanpa mengerti Manusia sering lupa bahwasanya tiada yang abadi Satu satunya yang abadi ialah HIDUP JOKOWIIIII!!!!!

Takutnya sebuah bangsa di tahun 65

      Foto dari ava twitter @faridstevy    Sekilas mengulik kejadian tahun 65 dari berbagai sudut, mulai dari pro dan kontra yang sampai saat ini kita hanya menjadikan tahun ini tahun kelam bangsa indonesia. Setelah saya tarik sedikit benang merahnya, alasan dilakukannya pembantaian adalah "ketakutan", dari ketakutan ini akal sehat bangsa indonesia mulai tergerus. Bangsa kita sudah tidak bisa membedakan mana baik/buruk dan benar/salah.      Bangsa yang sangat besar ini yang sering kita sebut Indonesia pernah melukai tubuhnya sendiri dengan alasan akan "ketakutan". Prosedur hukum yang kita sepakati bersama telah dipandang sebelah mata, kata sebagian orang 'owh tidak apa-apa demi bangsa dan negara, indonesia wajib melakukan pembantaian ini' dan dari sisi lain 'loh ya Indonesia punya hukum kok seenaknga sendiri, emang semua yang hilang dan mati itu benar melakukan ksaalahan?'.   Ada yang mengganggap dalang dari pembantaian ini se...